SELAMAT DATANG TO MY
Rumah karya moh. ghufron cholid, anda bisa bertamasya sambil membaca semua karya dan bisa mengomentarinya dengan penuh perenungan dan berdasar selera masing-masing. Jangan lupa ngisi data kehadiran.Ok!

Kamis, 03 Juli 2014

MAKRIFAH CINTA (Sebuah Apresiasi Puisi "Episode Senja Dan Ombak" Karya Novy Noorhayati Syahfida)


Oleh Moh. Ghufron Cholid


Cinta tumbuh di usia senja adalah kearifan, yang tumbuh di masa muda adalah gejolak. 

Moh. Ghufron Cholid

Kali ini saya berpapasan dengan EPISODE SENJA DAN OMBAK karya Novy Noorhayati Syahfida di sela-sela menikmati siang yang mendung di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.

Saya memusatkan pada pintu hidup di mana sebuah rasa berdegup, pintu itu diberi nama oleh creator, EPISODE SENJA DAN OMBAK, saya mencoba mengakrabi kata episode, senja dan ombak secara terpisah.

Saya pun teringat film Raden Kian Santang yang tayang tiap malam yang selalu berganti episode. Puisi Novy hanya terdiri dari satu episode, satu kali tayang dan tamat, yang diberi episode adalah senja dan ombak.

Saya berusaha mencari alasan demi alasan untuk menjawab mengapa creator meletakkan senja lalu ombak? Mengapa bukan ombak dulu baru senja, saya terus berusaha menaklukkan rasa penasaran saya, namun yang saya dapatkan kebuntuan. Saya memutar haluan dan mencoba bersabar dengan mengalihkan perhatian, agar hati tak terlalu gelisah dengan upanya yang belum mendapatkan nilai sempurna.

Saya putuskan menikmati bait demi bait puisi Novy dengan harapan dapat petunjuk untuk menaklukkan rasa penasaran saya. Berikut saya posting utuh puisinya.



EPISODE SENJA DAN OMBAK

Aku tak pernah menyangka kelak akan mengenalmu sejauh ini. Seperti juga keberadaanmu yang demikian jauh, yang terkadang membuatku selalu bertanya...sanggupkah aku?

Aku ingin mengenalmu selamanya. Meski kelak kau tak mampu lagi mengenaliku. Atau hatimu tak mampu lagi menyelami palung hatiku. Aku akan tetap mengenalmu.

Aku tahu kini dunia kita telah berbeda. Aku senja yang merindu. Dan kau, ombak yang mendamba. Kita bagai sepasang sayap yang terluka. Cinta, hanyalah sepenggal cerita lalu.

2 Juli 2014



Paling tidak puisi Novy bisa dikatakan puisi cinta lintas usia, creator hendak menggambar betapa getar rasa begitu kuat menyalami jiwa.

Creator hendak membahas percintaan dua insan berbeda usia, perempuan paruh baya (senja) dengan pemuda yang oleh creator disimbolkan sebagai ombak (hidup yang penuh gejolak).

Bait pertama creator mengurai tumbuhnya rasa yang tak biasa, yang sangat menyentuh jiwa, melebihi perasaan yang lebih dari sekedar persahabatan.

Creator mengisahkan tentang perasaan yang terjalin secara natural (alamiah) tanpa ada rekayasa. Lambat laun senja (perempuan paruh baya ) tersentuh sisi kewatiaannya dan mulai merubah tingkatan rasa dari sekedar teman, sahabat lalu menjadi orang yang teramat istimewa (kekasih).

Creator begitu mendalami perannya dalam puisi yang ditulisnya sebagai seseorang yang tersentuh sisi sensitivnya dalam bercinta, usia dan jarak tempuh yang jauh mulai diabaikan sesekali tersadar dan membuka dialog dengan nurani creator dengan berujar sanggupkah aku?

Creator seakan lagi mengalami masa subur dalam bercinta, hatinya tak pernah tuntas berdebar, riang dan cemas saling bertukar kabar, berebut menguasai debar dan ucapan creator yang penuh keraguan kembali bergema dan menyentak jiwa, sanggupkah aku?

Rasanya saya semakin tertarik untuk memasuki ruang terdalam yang paling rahasia dari sebuah perjalanan cinta, yang kebetulan diungkap oleh seorang creator perempuan dalam puisi yang ia namai EPISODE SENJA DAN OMBAK, saya pun langsung bergegas menaklukkan bait kedua, untuk menambah pengetahuan seputar percintaan lintas usia,

Aku ingin mengenalimu selamanya. Meski kelak kau tak mampu lagi mengenaliku. Atau hatimu tak mampu lagi menyelami palung hatiku. Aku akan tetap mengenalmu.

Bait kedua telah memberikan banyak informasi pada saya selaku pembaca bagaimana karakter bercinta perempuan paruh baya yang terbakar nyala api asmara. Betapa kesungguhan untuk memberikan yang terbaik dalam bercinta telah saya temukan. Betapa perempuan paruh baya begitu setia merawat cinta dan telah siap menerima kemungkinan terburuk dalam bercinta. Segalanya akan diabaikan demi mendapat kemurnian cinta meski menjadi orang yang paling asing di mata seorang yang pernah berhasil merebut hati. Ya, creator seakan sangat menjiwai konflik cinta ini.

Lalu saya pun hendak mendalami cinta perempuan paruh baya dengan pemuda yang telah berhasil menaklukkan hatinya. Saya hendak mendapatkan jawaban apakah ada ambisi dari perempuan paruh baya untuk memiliki hati pemuda idaman sepenuh jiwa, saya rasa bait ketiga adalah jawaban atas rasa penasaran saya.

Creator mengungkap begini, aku tahu kini dunia kita telah berbeda. Aku senja yang merindu. Dan kau, ombak yang mendamba. Kita bagai sepasang sayap yang terluka. Cinta, hanyalah sepenggal cerita lalu.

Saya temukan kearifan creator dalam menyelesaikan konflik cinta yang terjadi antara dua insan berbeda usia.

Creator memperlakukan senja sebagai seorang yang begitu dewasa mengatasi permasalahan hidup, dan memberikan pengertian pada ombak yang penuh gejolak, bahwa rasa yang sedang mereka jalani pada akhirnya akan baik-baik saja. Pengertian sangat dibutuhkan dalam menjalin hubungan. Ambisi memiliki bukan ciri dari cinta melainkan nafsu.

Tidak ada komentar: