SELAMAT DATANG TO MY
Rumah karya moh. ghufron cholid, anda bisa bertamasya sambil membaca semua karya dan bisa mengomentarinya dengan penuh perenungan dan berdasar selera masing-masing. Jangan lupa ngisi data kehadiran.Ok!

Kamis, 18 November 2010

EBOOK ANTOLOGI PUISI MENUJU PELABUHAN



by Moh. Ghufron Cholid

Publisher : Evolitera
Released : 2nd Nov, 2010
Pages : 38
Category : Poetry
SubCategory : Religion
Language : Indonesia


Summary

Antologi puisi ini berisi 17 puisi pilihan. Dibuka dengan puisi berjudul MENUJU PELABUHAN yang menceritakan tentang pelayaran seseorang mencari Tuhannya dan diakhiri dengan puisi berjudul PENGAKUAN yang akhirnya menemukan jati dirinya dan hubungan antara dirinya dengan Tuhannya.

Membaca antologi Puisi MENUJU PELABUHAN sama halnya berfantasi menyusuri dunia yang penuh warna, penuh pesona hingga lahirlah ketakjuban.

2 komentar:

Moh. Ghufron Cholid mengatakan...

Antologi Puisi Menuju Pelabuhan dalam versi ebook diterbitkan dua kali (pertama di scribd.com dan ebook kedua di evolitera.co.id)
Berikut adalah esai yang ditulis oleh sahabat Imron Tohari tentang Antologi Puisi Menuju Pelabuhan
http://www.sa...stra-indonesia.com/2010/06/memetik-hikmah-dari-puisi-puisi-transendental-karya-moh-gufron-chalid/...
dan di http://sastra-tanah-air.blogspot.com/2010/09/memetik-hikmah-dari-puisi-puisi.html

Moh. Ghufron Cholid mengatakan...

dan Ini adalah Apresiasi dari sahabat Ali Ibnu Anwar Tentang Antologi Puisi Menuju Pelabuhan

Caranya Menyatakan Isyarat

Begitu menerima puisi-puisi Ghufron Cholid, maka yang selalu menyapa saya adalah isyarat. Isyarat itu sangat genit, sepert...i gadis belia memicingkan mata, sehingga saya tergoda untuk membaca puisi-puisinya secara utuh.
Caranya menyatakan isyarat cukup menantang. Menuju Pelabuhan. Apa yang akan ia lakukan di sana? Apakah ada sesuatu yang membuatnya tergoda, sehingga ia harus Menuju Pelabuhan? Ternyata saya salah. Pelabuhan dalam sajak Gufron bukanlah tempat kapal berlabuh dan menepi. Namun tempat seorang hamba berpasrah, karena telah …terkepung / antara riak rindu dan ombak nafsu. Nah, di sini penyair memungut suatu yang hilang dalam imajinasi pembaca.
Caranya menyatakan isyarat cukup padat. Terutama dalam puisi-puisi yang ditulisnya pendek-pendek. Memang, ketika kita mencintai dua hal, salah satunya harus ditinggalkan. Inilah yang dipertaruhkan oleh penyair untuk dipertemukan dengan pembaca. Isyarat yang padat itu, begitu terasa, misalnya dalam sajak berikut:

SHALAT

Tuhan
Kau dan aku
Tak ada tabir rahasia

Al-Amien, 2009

Atau juga dapat pembaca temukan dalam puisi:

PEREMPUAN MALAM

Malam berbaju petang
Cepat pulang
Biar kau tak hilang

Al-Amien, 2008
Caranya menyatakan isyarat cukup rahasia. Disinilah ia berhasil menawarkan imajinasi liar pada pembaca. Dalam puisi-puisi pendeknya, ia tidak hanya menulis, sekaligus menghampiri pembaca dengan sejumlah denting peringatan yang terasa nyata.
Caranya menyatakan isyarat, cukup membuat pembaca bahagia ketika makna menyala dalam bola hitam yang rahasia dalam puisi-puisi panjangnya.

Jakarta, 16 Februari 2010
Ali Ibnu Anwar (Penulis Buku Puisi Sepasang Mata Yang Cemburu)