|KEPADA MATAHARI YANG ESOK PAGI DIUJI|
tetaplah pijar. Tak usah gusar. Tak usar getir
melangkah, melangkahlah selayak sungai mengantar nyeri
pada laut biar gelisah tak lagi bertaut
ujian bukan seberapa tinggi angka, mengeluarkanmu dari duka.
Tetapi, seberapa tahan diri menaklukkan ingin yang tak pernah mau
tunduk.
Junglorong, 2016
|KOPI RINDU|
biar, biarkan kuteguk rindu biar kalbu peka kehadiranmu
rindu, terteguk sirnalah kutuk terasahlah, khusyuk
Junglorong, 2016
Biodata Penulis

Moh. Ghufron Cholid adalah nama pena Moh. Gufron, S.Sos.I, penyuka puisi, cerpen, pantun dan esai. Karya lainnya bisa dibaca di mohghufroncholid.blogspot.com. Buku puisi terbarunya Menemukan Allah (Pena House, 2016). Bermukim di Madura.
Tetapi, seberapa tahan diri menaklukkan ingin yang tak pernah mau
tunduk.
Junglorong, 2016
|KOPI RINDU|
biar, biarkan kuteguk rindu biar kalbu peka kehadiranmu
rindu, terteguk sirnalah kutuk terasahlah, khusyuk
Junglorong, 2016
Biodata Penulis

Moh. Ghufron Cholid adalah nama pena Moh. Gufron, S.Sos.I, penyuka puisi, cerpen, pantun dan esai. Karya lainnya bisa dibaca di mohghufroncholid.blogspot.com. Buku puisi terbarunya Menemukan Allah (Pena House, 2016). Bermukim di Madura.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar